Rabu, 23 Maret 2011

KERAJINAN BUAH BULIN

Buah bulin sebagai bahan baku kerajinan

Pohon bulin

          Lahirnya kerajinan buah bulin diawali sekelompok pemuda yang tergabung dalam Arsel Community sejak memperingati Hari Sumpah Pemuda wilayah Sijuk, Belitung 28 Oktober 2010. Kelompok pemuda dengan anggota sekitar 60 orang tersebut diketuai oleh Adi Darmawan (33 thn), bergerak dalam berbagai kegiatan guna menyelamatkan lingkungan di sekitarnya. Juga memberikan peluang kerja dan usaha kepada pemuda maupun masyarakat lainnya melalui aneka usaha kreatif.  Bekerjasama dengan pemerintah daerah guna membantu masyarakat melakukan penanaman di lahan-lahan kosong dan terlantar baik dalam kegiatan hutan rakyat maupun turus jalan. Saat ini telah membangun hutan rakyat seluas 40 ha dengan tanaman sengon, mahoni dan eucalyptus. Juga bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan membangun kolam ikan baik sebagai budidaya maupun lokasi pemancingan.

Asbak dengan bentuk satwa
          Kerajinan buah bulin memberikan wadah dan peluang bagi pemuda berbakat dan kreatif dalam bidang kerajinan. Berbagai bentuk kerajinan dihasilkan, dan kini telah membuat sekitar sepuluh jenis kerajinan baik sebagai benda pakai maupun, benda hias maupun sebagai souvenir seperti asbak, tempat korek, gantungan kunci, miniatur satwa, motor, sepeda dan lain sebagainya. Kulit buah bulin yang bertekstur dan unik tersebut memberikan warna dan daya tarik tersendiri bagi penggemar barang-barang kerajinan tangan. Keunikan tersebut membawa hasil dalam lomba kerajinan asli Indonesia di Jakarta, menduduki peringkat dua terbaik yang memberikan peluang tempat pemasaran selanjutnya, sebuah showroom di Blok M Plaza gratis selama satu tahun.
          Bentuk miniatur berbagai satwa dan alat transportasi dari buah bulin memang terlihat unik namun mengagumkan, keterampilan perajin dari desa Air Selumar tersebut membuahkan hasil dalam meningkatkan pendapatan perekonomian bagi diri maupun keluarganya. Bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengikuti pameran di berbagai event baik di Belitung sendiri maupun di kota-kota lain. Hal tersebut tentunya dapat mengangkat nama daerah melalui bentuk kerajinan yang memang memiliki bahan yang belum pernah dijumpai di tempat lain. Kreatifitas melalui bentuk-bentuk ketajinan oleh pemuda memberikan nuansa baru dalam blantika kerajinan Indonesia, terlebih bentuk-bentuk tersebut hadir dengan alat seadanya secara manual yang mengandalkan ketekunan perajin dalam mengolah bahan untuk dijadikan sebuah bentuk kerajinan melalui kterampilan jemari tangannya.

Miniatur kera
          Kekhasan kerajinan buah bulin oleh komunitas pemuda tentunya masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut. Perhatian secara serius dari pemerintah daerah serta bantuan para pihak terkait masih diperlukan guna meningkatkan kreatifitas sekaligus perekonomian mereka. Agar kerajinan buah bulin yang kini telah turun gunung tersebut dapat tetap bertahan dan diakui diantara bentuk-bentuk kerajinan lain yang telah hadir,  dikenal dan banyak digemari orang secara berkelanjutan. Sementara pohon Bulin akan tetap ada dan tumbuh di habitatnya Gunung Paramon.


          Utuk tetap mempertahankan keberadaan pohon Bulin, serta berlangsungnya kegiatan kerajinan buah bulin maka dilaksanakan juga pembibitan serta penanaman bibit pohon Bulin oleh petugas yang telah ditunjuk oleh komunitas pemuda. Petugas tersebut tentunya yang berpengalaman dalam memilih buah bulin, baik sebagai bibit maupun sebagai bahan kerajinan. Hal tersebut guna menghindari hal-hal yang dapat mengganggu pohon beserta buah bulin dan lingkungan sekitarnya yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit yang ada dan tumbuh secara alami, sehingga kelestariannya akan terhambat.
          Kepedulian masyarakat beserta pemuda di Air Selumar akan lingkungan alamnya merupakan sebuah upaya positif guna melindungi dan melestarikan potensi yang ada secara berkelanjutan.  Disisi lain memberikan manfaat ekonomi yang tinggi dalam sebuah wadah kelompok perajian dengan kreatifitasnya menjadikan buah bulin sebagai suatu bentuk unik yang dapat menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Belitung khususnya. Karena produk-produk kerajinan buah bulin tersebut kini semakin banyak diminati dan banyak pemesan yang datang ke gallery sebagai pusat pembuatan dan penjualan kerajinan buah bulin.
          Modal usaha guna mempercepat produksi dengan mengganti peralatan manual dengan peralatan modern perlu dilakukan, sehingga pesanan dan pemasaran akan semakin mudah dan cepat diselesaikan sesuai permintaan. Disini mungkin perlu nya peran bapak angkat sebagai pemberi modal sebagai pinjaman lunak kepada kelompok perajin tersebut agar kreatifitas perajin tidak mandeg hanya karena pemasaran barang kerajinan berhenti ditempat dan lambat menghasilkan uang sehingga sulit bagi mereka meningkatkan pendapatan dari kerja usaha sebagai perajin buah bulin.
          Apabila kegiatan kerajinan oleh kelompok pemuda tersebut berhenti tentunya amat disayangkan dan potensi besar yang ada akan lenyap tertelan bersama hilangnya sebuah bentuk dan warna khas daerah yang terlahir dalam bentuk kerajinan tangan rakyat Indonesia, khususnya Belitung.  Bentuk-bentuk kerajinan buah bulin lahir dari ide-ide kreatif  para pemuda yang memang telah memiliki keahlian dalam mengolah kulit buah bulin menjadi benda yang lebih menarik, unik dan tentunya memiliki nilai seni tersendiri, baik sebagai benda pakai maupun benda hias atau souvenir, juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi para perajin buah bulin di desa Air Selumar tersebut.

Miniatur vespa
Para perajin memanfaatkan berbagai ukuran maupun tekstur dari buah bulin dalam produk yang disesuaikan. Hal tersebut mudah dikerjakan dan tentunya memberikan hasil yang baik dan menarik sesuai dengan keinginan maupun fungsi daripada benda dimaksud agar mudah diterima oleh para penggemar barang kerajinan khususnya dari buah bulin. Hasil kerajinan tentunya tersebut memiliki aneka daya tarik baik yang bersifat natural dan etnis maupun dengan aneka corak warna serta bentuk yang menarik. Warna-warna natural yang ada dimanfaatkan sehingga menimbulkan  warna tersendiri. Sehingga kerajinan  tersebut memiliki kesan bagi orang yang melihatnya, karena bentuknya yang indah, unik, etnis namun terlihat exklusif, terlebih bentuk-bentuk kerajinan buah bulin itu masih sulit didapat di tempat lain atau di pasaran seperti souvenir yang kini menjamur di berbagai tempat penjualan barang kerajinan.
Produksi kerajinan buah bulin oleh kelompok masyarakat di Air Selumar, Sijuk, Kabupaten Belitung kiranya sebuah upaya yang perlu untuk dikembangkan lebih lanjut agar kegiatan tersebut dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat secara berkesinambungan bagi masyarakat di sekitarnya. Tentunya masih perlu adanya kerjasama dengan pihak l terkait yang dapat memberikan pembinaan hingga kegiatan tetap dapat berjalan dengan baik hingga  masa akan datang secara turun temurun.

Miniatur sepeda
Disisi lain tanaman Bulin di Gunung Paramon dan sekitarnya  yang semakin berkurang habitusnya tentu dapat dipertahankan serta dilestarikan lebih lanjut.  Sehingga keseimbangan konservasi dan pemanfaatannya dapat terjaga dengan baik. Lahan-lahan yang kosong dan terlantar dapat dikelola secara optimal dengan tanaman bulin tersebut. Dan dipihak lain masyarakat dapat bekerjasama dengan pihak terkait dalam pengelolaannya agar lingkungan dapat bertahan secara lestari bersama peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar melalui kegiatan kerajinan buah bulin. (daniel,2011)

PESONA WISATA ALAM PULAU KEMBANG

Pulau Kembang sebagai kawasan konservasi yang memiliki daya tarik alam tersendiri. Hutan mangrove yang terletak di sungai Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut merupakan habitat kera ekor panjang dan bekantan tersebut kini banyak dikunjungi wisatawan. Memiliki legenda menarik sebagai wisata budaya disamping bermanfaat sebagai lokasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
TWA Pulau Kembang
 
          Wisata Alam Pulau Kembang merupakan salah satu pulau yang berada di sungai Barito, yang terletak di Desa Alalak, Kecamatan Alalak dan Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Kawasan ini merupakan wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Selatan yang berjarak sekitar 2 km dari kota Banjarmasin, dan dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor selama 10 menit-15 menit.

Perahu motor sebagai sarana transportasi ke Pulau Kembang
       Kawasan TWA dengan luas 60 ha ditunjuk berdasarkan Sk Menhut pada tahun 1976, dan pada tahun 1992 dan tahun 1995 areal seluas 6 ha dikelola oleh pihak ketiga. Namun dalam perkembangannya kurang maksimal sehingga belum banyak menyerap wisatawan yang datang ke lokasi tersebut. Maka pada tahun 2009 BKSDA Kalimantan Selatan yang berkedudukan di Banjarbaru berupaya merubah strategi guna meningkatkan fungsi TWA sebagai lokasi wisata yang lebih menarik dan banyak dikunjungi para wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara.
      Secara perlahan namun penuh kepastian BKSDA bersama pihak terkait membentuk POKJA guna meningkatkan berbagai fasilitas agar lebih menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Kembang. Pengunjung yang sebelumnya kurang dari 1000 dalam setiap bulannya, kini telah mencapai lebih dari 3000 orang dalam setiap bulannya. Tentunya sebuah langkah awal yang baik dan membuahkan hasil dalam meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Salah satu sudut daya tarik wisatawan
        Adapun potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik di Pulau Kembang antara lain adalah sebagai berikut :
POTENSI BIOTIK
        Kawasan TWA Pulau Kembang memiliki tipe ekosistem hutan mangrove, dan jenis tumbuhan yang dapat dijumpai disana antara lain jenis api-api (Avicenia marina), rimbai (Sonneratia alba), Jingah (Gluta renghas) dan panggang (Ficus rebusa).  Merupakan habitat beberapa satwa liar, seperti kera ekor panjang, Bekantan, Lutung, Ular, Elang Bondol, Elang Laut. 

Minggu, 27 Februari 2011

PESONA BENTANG ALAM GUNUNG PARAMON-BELITUNG

Dari puncak Gunung Paramun
      Belitung yang telah dikenal lama dengan hasil tambangnya yang berupa timah kini dikenal sebagai kota Laskar Pelangi. Keindahan dan daya tarik pantainya banyak menarik wisatawan  berkunjung ke Belitung yang tentunya salah satu sumber devisa dan PAD melalui bidang pariwisata.
Salah satu sudut daya tarik pantai di Belitung
       Gunung Paramon merupakan kawasan hutan produksi di Kecamatan Sijuk, Belitung memiliki daya tarik tersendiri dengan keindahan bentang alamnya. Hal tersebut tentunya merupakan kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata alam pegunungan di masa depan. Kiranya membutuhkan perjuangan yang cukup panjang dalam mewujudkannya, perlu adanya koordinasi berbagai pihak terkait secara matang dalam sebuah kebersamaan yang berkesinambungan.
Kawasan Hutan Produksi dari puncak Gunung Paramon seluas 7893 ha
      Hutan produksi Gunung Paramon memiliki potensi beberapa tanaman yang bernilai ekonomi tinggi yang kini mulai langka antara lain seperti pohon Bulin yang dikenal dengan pohon Besi, pohon Pelepak, pohon Pelawan dan pohon Selumar. Sedangkan satwa yang terdapat di hutan tersebut antara lain Kancil, Rusa, Rangkong, Ular Senduk, Kera dan lain-lain.
Potensi-potensi tersebut tentunya memerlukan penanganan khusus agar tetap lestari dalam habitatnya. Sedangkan di sekitar hutan tersebut masih banyak terdapat lahan-lahan kosong dan terlantar, yang dulunya merupakan  kawasan tambang timah dan ditinggalkan karena tidak produktif lagi.
      Masyarakat bersama kelompok pemuda yang tergabung dalam wadah Arsel Community di desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk yang letaknya berdekatan dengan hutan tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan sebagian kawasan seluas 200 ha sebagai lokasi wisata alam dan wisata pendidikan di masa depan. Hal tersebut dilandasi dan diilhami oleh adanya Bali sebagai daerah kunjungan wisata yang maju dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Mereka pun berkeinginan menjadikan desa tersebut sebagai salah lokasi wisata dengan berbagai daya tarik yang mengandalkan dari daya tarik bentang alam hutan  produksi Gunung Paramon. Namun mereka sadar akan hal tersebut bahwasannya sulit untuk mewujudkan impiannya itu, dimana berdasarkan ketentuan yang ada kawasan produksi tidak dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata alam. Sebuah tantangan yang cukup berat bagi pemerintah daerah dan masyarakat desa Air Selumar untuk mengubah sebagian kawasan sebagai lokasi wisata alam dan wisata pendidikan yang dapat menghasilkan  serta meningkatkan pendapatan maupun kesejahteraan.
       Berbagai kegiatan dalam menangani lingkungan telah diupayakan bersama, masyarakat  bersama pemuda selaku penerus generasi melakukan reklamasi dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong bekas tambang timah dijadikan lokasi hutan rakyat (40 ha) dengan tanaman mahoni, sengon dan eucalyptus. Bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan setempat membuat kolam sebagai wisata pemancingan, sebagian pemuda memanfaatkan kulit  dari buah bulin sebagai bahan baku kerajinan serta melaksanakan pembibitan dan penanaman  pohon Bulin di hutan produksi.
Salah satu hasil kerajinan dengan bahan baku kulit buah bulin para pemuda di desa Air ASelumar
      Kawasan seluas 200 ha sebagai lokasi wisata dengan berbagai fasilitas yang tersedia guna menarik wisatawan datang ke desa Air Selumar.  Hacking hingga ke puncak gunung yang dapat menikmati keindahan bentang alam dengan hijaunya hutan produksi di sekitarnya, serta memandang hamparan perkebunan maupun gelombang pegunungan di kejauhan mata memandang. Canopy trail yang dapat dipergunakan wisatawan menikmati kesejukan dan hijaunya hutan dengan aneka flora maupun fauna yang ada, Camping area guna menarik para pecinta alam, pramuka, pelajar maupun organisasi lain bermalam dan menikmati suasana alam pegunungan yang relatif aman untuk berbagai latihan dan pendidikan tentang lingkungan.  
      Terdapat karang dan bebatuan besar yang unik dan menarik, kiranya dapat dimanfaatkan sebagai lokasi climbing bagi para penggemar akan tantangan. Lokasi out bond yang berguna untuk berbagai kegiatan dan pendidikan tentang alam dan lingkungan bagi anak-anak hingga dewasa baik kelompok maupun perorangan.  Aliran sungai maupun sumber air pegunungan yang jernih dan segar dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai arena kolam renang alami, tentunya akan semakin menarik wisatawan untuk datang ke lokasi tersebut. 
Berjalan disekitar hutan merupakan salah satu refreshing yang membawa keasyikan tersendiri
     Di sekitar gunung Paramon banyak terdapat perkebunan buah-buahan maupun sawit, hal tersebut tentunya bila dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan sebagai lokasi wisata agro yang merupakan salah satu wisata yang kini banyak diminati orang. 


Lahan perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi agro wisata
        Air Selumar memiliki letak yang cukup strategis sebagai lokasi wisata alam dan wisata pendidikan terlebih gunung Paramon dan sekitarnya memiliki bentang alam yang mempesona. Sehingga potensi-potensi alam yang ada bila dikelola dapat mendukung daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke gunung Paramon dan sekitarnya.  Guna mewujudkan impian masyarakat untuk menjadikan desa tersebut seperti desa-desa di pulau Bali tentunya perlu membangun sarana dan prasarana memadai sebagai lokasi wisata yang digemari.  Upaya melalui kerja keras membenahi lingkungan agar tetap lestari dengan berbagai kegiatan memang telah dilaksanakan oleh masyarakat dan para pemudanya. Perlindungan dan pelestarian alam hutan lindung gunung Paramon dan sekitarnya memerlukan biaya yang memang tidak sedikit bersamaan waktu yang panjang disamping kuatnya tekad secara bersama dan berkesinambungan dari berbagai elemen terkait.
        Bali memang dikenal sebagai salah satu tempat berkunjungnya wisatawan dari berbagai penjuru, Sebagai  daerah wisata yang kaya akan pesona dan daya tarik yang khas sejak dahulu dan berkembang mengikuti zamannya. Masyarakat Bali juga dikenal akan kreatifitasnya yang tinggi dalam mewujudkan berbagai bentuk karya seni, baik berupa tari, lukis, ukiran maupun benda-benda souvenir lainnya secara massal di berbagai pelosok. Komunitas, organisasi hingga perorangan serentak membentuk  dengan aneka warna yang kuat dan melekat hingga membentuk sebuah kebudayaan yang memiliki kekhasan tersendiri yaitu budaya Bali. Kekuatan tersebut bertahan secara turun temurun dan berkesinambungan dalam dukungan secara bersama dari masyarakat maupun pemerintah daerah dengan segala jajarannya.
        Masyarakat Air Selumar di sekitar gunung Paramon memang memiliki keinginan yang mulia guna melestarikan alam sekitar secara berkelanjutan demi masa depan yang cemerlang bagi generasi penerusnya.  Cita-cita mewujudkan gunung Paramon dan sekitarnya sebagai kawasan wisata yang dapat memberikan berbagai lapangan kerja dan usaha, meningkatkan pendapatan dan ekonomi, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat merupakan upaya yang perlu untuk diperjuangkan bersama. Potensi-potensi budaya masyarakat sekitar agar dikembangkan dalam suatu wadah yang dapat mendukung sekaligus menambah aneka warna maupun daya tarik selaku kawasan wisata, sehingga kehadiran wisatawan merasa nyaman, aman dan membawa kesan tersendiri dengan berbagai sarana prasarana serta obyek menarik.
          Ada dua hal berbenturan yang menarik untuk diungkapkan dan diurai guna memberikan sebuah solusi yang mungkin bermanfaat bagi semuanya. Satu sisi adanya bentuk kesadaran tentang kepedulian dari masyarakat beserta kelompok pemuda dalam mempertahankan kelestarian alam sekitar, memanfaatkan lahan-lahan kosong terlantar dengan aneka kegiatan positif, juga upaya pemberdayaan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan bersama secara berkelanjutan melalui usaha pariwisata diantara hutan lindung. Sementara satu sisi yang lain adanya peraturan yang kurang sepaham dalam pengelolaan dan pengembangan akan fungsi sebuah kawasan lindung. Permasalahan tersebut memang cukup rumit oleh karena saling berbenturan satu sama lainnya antara kehendak dan peraturan. Tentunya memerlukan pemikiran lebih panjang disamping dukungan berbagai elemen yang memiliki satu tujuan dengan pengelolaan kawasan tersebut sebagai lokasi wisata.
          Berbagai jenis potensi wilayah perlu untuk didata sebagai penunjang wisata alam, terlebih budaya tradisional khas Sijuk yang dapat disuguhkan sebagai atraksi budaya masyarakat sebagai sarana menarik wistawan datang ke lokasi tersebut. Keunikan, keindahan, kekhasan maupun sarana dan prasarana memadai penting untuk diwujudkan. Informasi dan publikasi melalui media cetak serta elektronik tentang segala daya tarik bentang alam gunung Paramon kiranya perlu dilakukan agar lokasi tersebut banyak dikenal publik.


      
Salah satu sudut daya tarik alam dari puncak Gunung Paramon

Senin, 21 Februari 2011

POTENSI HUTAN LINDUNG GUNUNG TAJAM SEBAGAI LOKASI WISATA ALAM

Hutan Lindung Gunung Tajam, Badau-Belitung
        Belitung  dikenal akan hasil tambangnya berupa timah,  kini banyak orang menyebut  dengan kota  Laskar Pelangi. Sejak itulah Belitung banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah karena memiliki  keindahan dan daya tarik tersendiri akan wisata pantainya. Namun disisi lain Belitung juga memiliki kawasan wisata alam pegunungan yang tidak kalah menariknya, dan memang perlu untuk dikelola dan dikembangkan agar dikemudian hari juga banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan. Salah satu lokasi yang sedang diupayakan oleh pihak terkait adalah Hutan Lindung Gunung Tajam.
           Gunung Tajam terletak di Kecamatan Badau, tepatnya di desa Badau, desa Kacang Bator dan desa Air Batur Buding dengan luas kawasan 1402 ha.  Merupakan  habitat  Tarsius, yaitu  satwa  jenis kera yang terkecil dan dilindungi oleh  undang-undang.  Selain itu juga terdapat Kancil, Serindit, Murai Batu dan lain sebagainya. Tanaman yang merupakan andalan antara lain pohon Bulin, Kruing, Meranti batu, Nyatoh, Rotan dan lain-lain.
Salah satu pohon Bulin yang ada di Gunung Tajam

      Gunung Tajam yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua berjarak sekitar 40 km atau satu jam dari kota Tanjung Pandan,  dan disepanjang jalan menuju lokasi banyak terdapat perkebunan buah-buahan yang tentunya juga memiliki potensi sebagai agro wisata.


Tarsius bancanus saltator
Burung Serindit
Penulis bersama petugas dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belitung berjalan menelusuri hutan diantara jalan berbatu, mengamati berbagai tanaman yang ada di sekitarnya, diantara sejuknya suasana pegunungan  tak terasa sampai pada  areal kosong yang biasa  dipergunakan sebagai camping ground oleh para pecinta alam maupun pramuka.  Lokasi tersebut terletak di tepi sungai  Batu Mentas yaitu sungai yang mengalir di hutan lindung tersebut  dengan air  jernih sehingga beberapa jenis ikan terlihat begitu jelas berlarian di sekitar bebatuan dan pasir-pasir halus. Lokasi ini biasa dipergunakan sebagai arena out bond yang memang relatif aman dengan suasana yang sejuk, segar, nyaman dengan pemandangan yang indah.
Lokasi Out Bond
Sungai Batu Mentas di Hutan Lindung Gunung Tajam

      




Di sekitar sungai Batu Mentas terdapat jalan setapak  sepanjang kurang lebih 7 km yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan hicking dan tracking diantara kelebatan hutan.  Wisata minat khusus bagi wisatawan yang gemar akan tantangan alam hutan maupun pegunungan. Jalan setapak tersebut berakhir di sebuah air terjun yang indah yang dikenal dengan Air Terjun  Gurok Beraye, memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan air yang tidak terlalu deras namun jernih diantara bebatuan karang dan padas. Sementara dibawahnya bagai kolam dengan ikan-ikan yang mudah terlihat oleh pengunjung. Lokasi ini sering dikunjungi wisatawan terlebih dihari libur, karena letaknya mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, dan hanya 25 meter dari areal parkir. Sekitar air terjun pepohonan rindang,  hawanya sejuk dan menyegarkan, baik bagi kesehatan dan sebagai tempat refreshing bersama keluarga maupun teman-teman sambil menikmati kelebatan hutan lindung Gunung Tajam.


Air terjun Gurok Beraye

 Saat penulis bersama rombongan di lokasi air terjun

Lokasi ini juga biasa dimanfaatkan sebagai kolam renang alam oleh pengunjung yang gemar bermandi kesejukan air pegunungan yang jernih diantara pasir-pasir lembut dan bebatuan kerikil  sebagai terapi untuk menyehatkan badan secara alami.
         Wisata alam pegunungan di Belitung memang perlu banyak diinformasikan melalui berbagai media agar dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan, bahwasannya Belitung memiliki wisata alam yang tidak kalah indah serta menariknya dengan wisata pantai yang ada dan telah banyak dikenal maupun dikunjungi para wisatawan.  Alam pegunungan dan hutan memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki hawa yang segar dan sejuk disamping kesunyian yang dapat dipergunakan sebagai tempat refreshing menarik jauh dari keramaian kota namun memiliki keindahan bentang alam tersendiri yang memang banyak diminati para wisatawan domestik maupun manca negara.
       Perkebunan buah-buahan di sekitar kawasan hutan lindung Gunung Tajam tentunya memberikan warna tersendiri, dan bila dikelola dengan baik berguna sebagai lokasi wisata agro yang dapat mendukung keberadaan wisata alam di hutan lindung gunung tajam. Sehingga Kecamatan Badau memiliki lokasi wisata yang tak kalah menariknya dengan lokasi wisata di daerah lain. Sebuah wisata alam sekaligus wisata agro bagi pengunjung, yang tentunya juga bermanfaat sebagai lokasi  penelitian serta pendidikan maupun pengembangan ilmu pengetahuan. Disisi lain dapat memberikan peluang kerja dan usaha bagi masyarakat di sekitarnya guna mendukung program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
      Upaya pengembangan wisata alam di kawasan konservasi dan sekitarnya di wilayah  Badau perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah beserta pihak terkait lain.  Tentunya kerjasama dan koordinasi dari para pihak secara baik serta terpadu akan dapat meberikan jalan terbaik dalam pengelolaan yang berkelanjutan kawasan wisata alam tersebut. Sehingga fungsi-fungsi yang ada dalam kawasan konservasi dapat dipertahankan namun disisi lain dapat dimanfaatkan secara optimal, yang dapat memberikan aspek ekologis, sosial dan ekonomi bagi lingkungan di sekitarnya.
     Pengelolaan terpadu serta terorganisir secara maksimal para pihak terkait tentunya akan menghasilkan yang sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga. Sementara lingkungan akan berfungsi secara optimal dan memiliki warna khas dengan segala daya tariknya sebagai lokasi wisata alam, khususnya wisata alam pegunungan dan wisata agro yang dapat mendatangkan devisa bidang pariwisata bagi daerah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.


Sudut lain Hutan Lindung Gunung Tajam

        Pengembangan wisata alam di Belitung khususnya Gunung Tajam dan sekitarnya dalam rangka  mendukung visit Indonesia years dalam  meningkatkan perekonomian melalui bidang pariwisata. Kiranya memerlukan  perencanaan yang matang, biaya, waktu, dan unsur-unsur pendukung lainnya. Penelitian dan pengumpulan data wilayah maupun potensi yang ada perlu dilaksanakan guna mendukung pengembangan lokasi wisata tersebut.  Sehingga dapat berguna sebagai bahan publikasi  yang dikemas secara baik sebagai informasi tentang potensi dan segala daya tarik yang ada  kepada publik.  Sarana dan prasarana yang memadai perlu untuk diadakan sebagai pendukung yang dapat memudahkan sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
       Hutan lindung Gunung Tajam dan sekitarnya memang mudah dijangkau dan relatif cepat dicapai dari kota Tanjung Pandan sehingga memudahkan pengunjung datang ke lokasi tersebut untuk menikmati keindahan,  kesejukan dan suasana nyaman alam pegunungan.  Selain itu memiliki potensi yang baik guna pembangunan selanjutnya, dan kedepan strategis sebagai kawasan pariwisata dengan kelestarian alam berkelanjutan yang dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai tempat, sekaligus devisa negara dan perekonomian daerah maupun masyarakat di sekitarnya. Laskar Pelangi dikemal publik dan hari esok bentang alam Gunung Tajam nan indah menjadi kenangan, mungkinkah dengan "LASKAR HIJAU"



Senin, 11 Oktober 2010

KEUNIKAN DAN KEINDAHAN KUPU-KUPU

      Kita semua tentu tahu apa yang disebut dengan kupu-kupu,  merupakan satwa lemah lembut, gemulai namun memiliki daya tarik tersendiri dengan aneka warna menawan. Hutan Indonesia banyak dihuni oleh satwa tersebut dan tersebar di berbagai wilayah dengan berbagai jenis. Bahkan di kawasan TN Bantimurung (Sulsel) terdapat lokasi yang dikenal dengan julukan  Kingdom of Butterfly  dimana ribuan dengan berbagai jenis kupu-kupu berhabitat dan berkembang biak di lokasi tersebut dengan aman bebasnya.
    Penangkaran kupu-kupu juga banyak dilaksanakan di berbagai wilayah antara lain yang terbesar di Asia Tenggara adalah penangkaran kupu-kupu di Tabanan Bali yang mengoleksi dan mengembangkan berbagai jenis kupu-kupu dari berbagai wilayah. Kupu-kupu tersebut juga dikemas dijadikan benda-benda souvenir bagi para pengunjung yang gemar akan keindahan dan keunikan satwa kupu-kupu tersebut dalam aneka bentuk kemasan menarik.

Salah satu kupu-kupu di penangkaran Tabanan, Bali

Kupu-kupu liar di TN Bantimurung (Sulsel)


      Keindahan dan keunikan satwa kupu-kupu mempunyai nilai ekonomi tersendiri yang dapat diolah dan menjadikan ide-ide kreatif para seniman hingga  pengrajin di berbagai wilayah hingga lokasi wisata yang dijajakan oleh para pedagang souvenir. Bahkan kupu-kupu yang dikeringkan kini merupakan komoditi ekspor ke berbagai negara Asia, Eropah hingga Amerika.

   Anugrah yang dilimpahkan olehNYA  kepada alam Indonesia memang sangat berarti bagi kehidupan. Asset tersebut tentunya harus dikelola dengan benar dan dipertahankan keberadaannya agar tidak mengalami kepunahan di masa yang akan datang sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak.

   
    Keindahan dan keunikan kupu-kupu kiranya dapat dimanfaatkan dan mendukung upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam  rangka memberi peluang kerja dan usaha serta meningkatkan pendapatan ekonomi maupun kesejahteraan. 


Souvenir dari kupu-kupu yang dijajakan oleh pedagang
di sekitar Wisata Alam Bantimurung-Sulsel

Souvenir dari kupu-kupu di Tabanan Bali